Maryam Insan Istimewa

Diri,
Lihatlah mulianya seorang Maryam,
Yang ditiup padanya roh seorang rasul mulia
Menahan derita ditohmah dihina
Maryam yakin rencana yang Esa

Bersendiri kerana nazar seorang isteri ‘Imran,
Mahu anak dikandung mengabdi pada yang Mencipta,
Nyata DIA punya rencana,
Anak yang dilahir seorang nisa’

Dijaga Nabi Zakaria di tempat mulia,
Mengasing diri demi mengabdi pada pemilik semesta,
Saban hari makanan tersedia,
Disedia ALLAH pemilik segala,
Zakaria mengerti Maryam seorang mulia.

Saat menjelma Jibril atas perintah Rab,
Memberi seorang anak bernama Isa,
Katanya suami dia belum punya,
ALLAH lebih hebat aturannya.

Sebagaimana Adam dicipta,
Jibril meniup rohul kudus pada dirinya,
Diketahui mayarakat mula mengata,
Maryam mengandung anak tanpa bapa.

Hibanya seorang Maryam,
Tanpa penguat tapi DIA ada ALLAH tempat meminta,

Maryam mengungsi ke desa gersang,
Mahu melahir anak terbilang,
Penyelamat Umat menyimpang.

Di bawah sepohon kurma,
Menahan sakit tidak terkata,
Tiada makanan ditambah derita,
ALLAH turunkan pertolongan tanda sayang-NYA.

Di bawah kakinya sungai mengalir,
Pohon tak berbuah digoncang,
Luruhlah kurma ranum pemberian ALLAH,
Memberi energi melawan lemah,
Saat melahir Isa yang amat dikasih,
Diteman ALLAH Maha Pengasih.

Perintah DIA Maryam diam dari berkata,
Diunjuk pada penduduk kota,
Bayi di dukungan yang akan bicara,
Sesungguhnya aku hamba ALLAH,
DIA memberiku Injil,
Dan menjadikan aku seorang Rasul.

Kisah Maryam seorang rasul bernama Isa,
Akan datang di Akhir zaman penyelamat kita,
Diangkat di sisi Azza Wa Jalla,
Menunggu masa turun ke dunia.

Secebis kisah bukan rekaan mahupun ciptaan,
Tercatat dalam al-Furqan,
Pelbagai surah dan ayat tersusun,
Umat Nabi Muhammad jadikan renungan.

Hayatilah kisah Maryam dalam kehidupan,
Kuatnya seorang Maryam menahan ujian,
Lantaran percaya pada Tuhan,
Dia yakin segala yang dijanjikan.

*Kisah Maryam ada diceritakan antaranya dalam surah ‘Ali ‘Imran, An-Nisa’... Kisah Maryam mungkin ada juga dalam ayat-ayat lain yang tak aku temui.... Marilah kita hayati kehidupan orang-orang hebat yang tercatat namanya dalam Al-Quran, ianya lebih mulia daripada kita hanya mengagung kisah artis cerai dan bercinta... Astagfirullah, YA ALLAH, hidupku di akhir zaman ini, jauhkanlah aku daripada azab dan seksamu...

Comments

Popular posts from this blog

Aku, Dia, Beliau dan Soalan-soalan

Jom Belajar Nusus

Cerpen: Kembali Bertaut