Catatan Tertinggal





 Assalamualaikum..

Alhamdulillah, pagi penghulu hari ini saya dapat menconteng sesuatu...

Kehilangan dan kedatangan manusia yang kita sayang akan terus berlaku selagi nyawa masih Allah pinjamkan buat kita. Biar perasaan bagai dihempas batu besar daripada bukit tinggi masih banyak perjuangan yang perlu diteruskan. Ya, senang saya berkata-kata sedangkan saya tidak melalui kehilangan itu.

Tahun lepas dan tahun ini banyak menerima berita kehilangan. Bermacam-macam kehilangan. yang akan kembali dan kehilangan abadi. Berita-berita itu tiba di pendengaran saya.. Perpisahan tanpa bertemu kembali, hanya doa terus meniti. Alfatihah.

6 februari 2012.
empat belas tahun sudah ibu menemui penciptanya. 14 tahun sudah saya tidak memanggil gelar ibu. Ibu yang 'berehat panjang' ketika belum sempat saya ingat masakannya yang paling sedap. kenangan antara kami hanya tercipta lapan tahun. Tidak banyak yang saya tahu tentang ibu. Allah sayangkan ibu. Mendengar berita-berita kehilangan baru-baru ini menerbitkan saya syukur di hati sebenarnya. Allah ambil ibu ketika saya belum 'besar'. Ketika diri belum pantas mengingat dan menanam kenangan yang banyak... Saya bersyukur. Kehilangan ketika kita sudah besar panjang itu bagi saya lebih pahit.

....


Selamatlah buat yang tinggal satu semester untuk grad. Buat yang bakal grad tidak lama lagi. Tentu ada semangat kalian sedikit terpalit pada diri.. Walaupun kita tidak dapat berkonvo bersama-sama kelak... 

Ah, sekadar catatan kosong.

Sekian, singgah menconteng sebentar... Sekarang, tidak dapat selalu menconteng, tidak dapat selalu menghadap blog seperti selalu.. Terima kasih buat yang singgah walau tiada catatan baru...

catatan lama yang telah saya padam boleh dibaca di sini. (Ruang Rindu).
Mungkin saya lebih kerap menconteng dalam personal blog memandangkan selalu kematian kata untuk ditulis...

Comments

mujahidah1413h said…
:) bnyak nyer blog :) heheh.. terus sabar & kuat .may ALLAH bless ^^

Popular posts from this blog

Aku, Dia, Beliau dan Soalan-soalan

Jom Belajar Nusus

Cerpen: Kembali Bertaut