Semilir

Sesekali ada semilir yang menghembus,
halus,
meresap ke sudut paling dalam...
aku tersentak daripada lamunan,
ku tidak bisa lagi hidup di alam fantasi,
pulangkah diri pada sebuah realiti,
yang menuntut suatu erti.

terkenangkan Fahri,
gigih menuntut, membina jati diri,

terbayangkan Azam,
si penjual tempe,
gigih mencari rezeki,
menyara keluarga,
untuk adik-adik,
rela menggadai misi dan visi.
sedangkan aku,
mewah di bumi merdeka,
namun, tidak mampu mencari,
nilai sebuah kemewahan dan NIKMAT...

10.01p.m 14 ramadan 1428

Comments

Popular posts from this blog

Aku, Dia, Beliau dan Soalan-soalan

Jom Belajar Nusus

Cerpen: Kembali Bertaut