15 April 2011

...dan sebenarnya

tulis,
padam,
koyak,
tulis semula,
renguk kertas berulang kali,
kembali mencatat bersama air mata,

Tidak mudah menutur sebaris kata,
Buatmu yang jauh di mata,
Hanya kata mengganti bicara,
Sedang rindu bertalun dalam jiwa.

Sungguh kesakitan kau rasa,
Tidak bisa diselam jiwa,

Hati keras yang tidak bisa fahami bahasa halus kata,
Melihat tanpa rasa,
Sedang ingin aku lontar segala,
Bisu kuasai suasana.

Benteng apakah pisahkan kita?

Keegoan aku?
Kesombongan aku?
Kebisuan aku?

Hanya aku tidak mengerti,
Gerak langkah,
Butir kata,
Senyum tangis..

Seorang kamu.

No comments: